Leave me alone

Sponsored Links

Terbaru 2012 - Dalam perjalanan pulang kali ini, sempat ku lihat langit sore kala itu sambil mendengar lagu yang terus berputar-putar di playlist hp ku. tepat nya di jalan layang kebayoran lama, ku lihat langit bernuansa abu-abu dan biru terang. sudah lama sekali aku tidak pernah menatap langit se-nanar seperti sore itu. karena tidak bisa tidur sama sekali di tengah sesak bis kota, langit itu membawa pikiran dan hati pergi ke dalam suatu dramatisasi yang sedang aku alami. pada awalnya, aku tersenyum ketika perlahan aku melihat wajah orang-orang yang kucintai tergambar di langit itu. lalu tiba-tiba aku berpikir, kemanakah orang-orang yang kucintai itu sekarang? bukan karena aku benar-benar tidak tahu mereka ada dimana. tapi kemanakah hati mereka sedang berada sekarang..? orang-orang tersebut tidak lagi terlibat dalam kegiatan sehari-hari ku lagi.

Ada sesuatu yang hilang. membuatku seperti di tinggalkan. jauh sekali dalam jangkauan. apakah mereka sepakat untuk meninggalkan ku sendirian? kenapa mereka begitu kompak seperti ini ya…
Karena berpikir seperti itu, aku jadi orang paling norak se-jakarta. Tiba-tiba air mataku justru menetes di tengah kemacetan jakarta di sore hari itu. ini memalukan, kalau orang satu bis ini melihat ku menyeka air mata. tapi yang lebih menyebalkan lagi, entah kenapa airmata ini bergenang terus. duh, aneh banget kalau tiba-tiba aku jadi sentimentil cuma gara-gara melihat langit doank. Untung nya, karena aku duduk persis di dekat jendela, aku pura-pura melihat sesuatu di luar. tapi itu tidak berhasil juga, ternyata. proses dramatisasi dan sentimentilisasi terus berlanjut tanpa iklan sedikit pun.

Maaf, jika tanpa pernah aku mengerti sedikitpun kenapa kepergian partner kerja ku itu terjadi tanpa pamit dan tanpa pesan apapun. proses resign seperti ini, sangat tak lazim. setahuku setiap resign hampir selalu ada farewell party nya. tapi, tanpa tendeng aling-aling, tiba-tiba seperti di samber gledek, dia resign. tidak ada sms satu pun dari partner ku itu. meski pun aku merasa kehilangan juga, karena dulu dia rutin banget nyuruh2 aku utk angkat tlp, layani klien yang dateng juga. dia rajin lho, kalau dalam hal itu… hehe… kidding… sekarang dia sedang apa… apa dia sedang berkata dalam hati nya, “sory rim…” atau: “selamat ya rim…” halah… yah, sudahlah. tak pernah aku bisa mengerti. sampai di pikir 1 abad pun, aku ga akan ketemu jawabannya. aku merasa di tinggalkan.

Lalu, aku teringat teman dekat yang tak pernah bisa lagi aku hubungi. bahkan untuk sekedar sms, laporannya selalu pending. tagihan kartu halo ku juga jadi terbengkalai. biasanya dia yang rajin ke atm cuma buat bayar tagihanku. tapi entah apakah karena alasan sinyal yang naik turun atau yang lain. dulu, dia sering sekali telpon aku. sms dari nya pun selalu panjang banget, mirip surat dua halaman full. aku sampai pusing, karena harus gulung keypad terus kebawah ga habis-habis (bicanda). sekarang hatinya sedang berada di mana? dan ada apakah gerangan di pikirannya? aku hanya bisa menunggu dia utk telpon balik, tapi sampai kapan aku harus nunggu terus? yah, sudahlah. tak pernah bisa aku mengerti. aku merasa di tinggalkan.

Belum lengkap lagi, perasaan di tinggalkan ini. papa juga ga bisa anterin aku lagi setiap pagi utk berangkat ke kantor. karena biasanya papa yang anterin aku sampai depan. sekarang, aku capek banget di kerjain sama tukang ojek setiap pagi. mereka ga mau kasih kembalian uang ku yang seharus nya masih kembali 1000 rupiah. adaa aja alasan nya, ga ada recehan lah, atau baru keluar narik lah. iih… tukang ojek aja udah korupsi begitu. motor di rumah juga jadi terbengkalai. setiap malem, orang rumah repot banget gara2 ga ada yang bisa ’standard tengah’ motor. belum lagi, masalah kamar mandi di rumah. kita semua jadi kerja bakti untuk bersihin kamar mandi. karena biasanya itu tugas nya si papa. duh, kapan yah si papa pulang? Duh, kangen sama papa. dari kecil, aku slalu sakit kalau jauh dari papa. aku sabar-sabarin aja deh, meskipun aku merasa di tinggalkan lagi.

Lebih sempurna lagi, aku ga bisa tlp “dia”. semenjak kantor nya pindah ke senayan city, dia seperti orang jauh buatku. sms ga pernah, di telpon juga susah nya minta ampun. padahal cuma dia yang bisa menghiburku. heran banget deh, kenapa gedung setinggi senayan city justru sinyal nya uring-uringan begitu yah? ada yang salah kayaknya tuch. salah alasannya, atau salah gedung nya, hehe.. (bicanda). setiap libur pun, dia masih sibuk dengan kerjaan nya. ada syuting lah, ada java jazz lah. ga tau dech. jadi aku mikir, apa aku hidup sendirian di dunia ini ya? semua berubah karena waktu dan pekerjaan. semakin sukses karir seseorang, kehidupan pribadinya akan semakin hancur. yah, mungkin bener juga. orang terdekat ku aja, sepakat dan kompak meninggalkan ku tanpa kabar. tanpa sms, tanpa tlp. semakin lengkap lah perasaan di tinggalkan ini.

Akhirnya, liburan panjang kali ini aku ingin sendirian. pergi kepuncak bareng keluarga pasti lebih menyenangkan dari pada sekedar menunggu kabar dari orang-orang yang sedang hilang tersebut. hanya kadang kalau sedikit melow seperti sekarang, jadi sedih aja kalau perasaan di tinggalkan ini tiba-tiba menyeruak dari dalam hati. tapi keadaan ini memaksaku untuk menciptakan feels “nyaman karena di tinggalkan” untuk diri sendiri. dan perlahan akhirnya, aku sudah merasa nyaman dengan semua keadaan yang dramatis ini. Leave me alone. Terimakasih, aku baik-baik saja. seperti juga ketika aku lebih memilih duduk sendirian, di sudut dekat tembok, dan ingin berusaha mengerjakan pekerjaan sendirian saja. aku pun nyaman dengan itu, dan aku baik-baik aja. Leave me alone, I’m fine thankyou
Sponsored Links
Tuliskan Pendapatmu Disini: